Mã QR
Hình đại diện của Museum Nasional Bandara Kemayoran

Museum Nasional Bandara Kemayoran

Kemayoran, Jakarta, Indonesia

KOMUNITAS SAVE EX. AIRPORT KEMAYORAN, KMO.13 YAYASAN MUSEUM NASIONAL BANDARA KEMAYORAN akte Notaris. No.4 tanggal 22 Oktober 2014 Alamat Sekretariat : Jl. Kran 6 No. 23A, Rt . 009/06 Kelurahan gunung Sahari Selatan. Kecamatan Kemayoran. Jakarta Pusat. Indonesia Telp. 081210607857 Link: http://museumnasionalbandarakemayoran.blogspot.co.id/ https://museumbandarakemayoran.wordpress.com/ On Facebook : https://www.facebook.com/bandara.kemayoran.1 https://www.facebook.com/museumbandarakemayoran/ Prolog Melihat sejarah bekas Bandara Kemayoran yang banyak menyimpan cerita sejarah bagi dunia penerbangan sipil & komersil di Indonesia pada masanya dan untuk ikut mensukseskan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah DKI Jakarta dalam melestarikan situs budaya yang terdapat di wilayah DKI Jakarta, maka muncullah rasa kepedulian dari anak-anak bangsa Indonesia yang tergabung dalam KOMUNITAS SAVE EX. AIRPORT KEMAYORAN, KMO.13 untuk menggagas Berdirinya Museum Nasional Penerbangan Sipil Bandara Kemayoran. KOMUNITAS SAVE EX. AIRPORT KEMAYORAN, KMO.13 Tanggal 26 Januari 2013, Adalah Pembentukan KOMUNITAS SAVE EX. AIRPORT KEMAYORAN, KMO.13 (komunitas peduli sejarah dan peranan Bandara Kemayoran yang kami namakan ‘Pintu Gerbang Bangsa Pertama Indonesia’, yang terdiri dari, Ir. Deni Setiawan (sebagai Ketua dan Penggagas Ide Pendirian Museum Nasional Bandara Kemayoran), mengundang pada saat itu dihadiri oleh 12 orang perwakilan pemuda kemayoran dan sekitarnya. dari sebuah komunitas untuk mengukuhkan perjuangan kami membentuk yayasan yaitu, Yayasan Museum Nasional Bandara Kemayoran, akte Notaris. No.4 tanggal 22 Oktober 2014 yang berkedudukan di Jl. Kran 6 No.23a Rt.009/06, Kel. Gunung Sahari Selatan, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat, 10610. Dalam hal ini kami memohon dukungan moral dan material, partisipasi dan peran serta masyarakat seluruh Indonesia dan dunia internasional terkait gagasan yang kami ajukan kepada pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Badan Dunia PBB dibawah UNESCO untuk menjadikan Ex. Bangunan dan lahan Menara ATC, dan Ex. Bangunan dan lahan Terminal A dan ruang VIP Bandara Kemayoran untuk dijadikan "MUSEUM NASIONAL PENERBANGAN SIPIL BANDARA KEMAYORAN" National Museum of Civil Aviation Kemayoran Airport melihat peranan sejarah situs tersebut sebagai 'Pintu Gerbang Bangsa Pertama' dalam masa sebelum dan setelah kemerdekaan. Dengan semangat kebersamaan dan pergaulan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam pergaulan dunia maka dapat dikatakan bahwa sejarah sebuah bangsa adalah sejarah dunia. Maka dengan itu visi dan misi kami disini menjadikan Museum Nasional Bandara Kemayoran. Sebagai museum yang 'Iconic' terkait masa lalu, kekinian, dan masa depan, terkait peneranap/penggunaan teknologi tinggi juga sebagai pusat informasi nasional dan internasional dalam dunia penerbangan, pusat pendidikan dan pusat penelitian, hiburan dan hobbi yang bersinergi dengan rumusan Empat Tiang Pendidikan Abad ke-21 atau The Four Pillars of Education in the 21st Century (Delors, 1998) adalah : 1. Belajar untuk tahu (learn to know), 2. Belajar untuk melakukan (learn to do), 3. Belajar untuk menjadi (learn to be), 4. Belajar untuk hidup bersama (learn to live together). Dalam hal ini peran dunia penerbangan sipil di Indonesia seperti kutipan dari Presiden RI-1 Bp. DR.Ir.H Sukarno dalam pidatonya tangga 9 April 1964. " Agungkanlah, Ibu Pertiwi dan Bapak Angkasa" yang mana hal itu memiliki makna yang sangat mendalam. Ibu Pertiwi sebagai tanah dan air adalah sumber kehidupan, dan Bapak Angkasa adalah sebagai sumber ilmu dan pengetahuan menjadi pemersatu yang tanpa batas, baik dalam makna dunia penerbangan itu sendiri untuk menyentuh tempat-tempat yang jauh dan juga berkaitan dengan teknologi tinggi seperti jaringan internet, informasi dan komunikasi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah kami juga mengusul/mencanangkan kepada pemerintah untuk menjadikan tanggal 26 Januari sebagai : "Hari Penerbangan Sipil Nasional" (sebagai hari untuk pemberian penghargaan/award kepada institusi dan pelaku profesional dalam dunia penerbangan nasional dan internasional) yang mana tanggal tersebut mengacu pada penerbangan pertama kalinya pesawat seulawah, sebagai maskapai penerbangan sipil pertama milik Pemerintah Republik Indonesia yang lepas landas dari. Calcutta,India menuju Rangoon,Burma Hormat Kami, Yayasan Museum Nasional Bandara Kemayoran GAGASAN MUSEUM NASIONAL PENERBANGAN SIPIL BANDARA KEMAYORAN Komunitas Save Ex. Airport Kemayoran, KMO.13 didirikan pada tanggal 26 Januari 2013.yang merupakan generasi muda Kemayoran yang menggagas berdirinya MUSEUM NASIONAL PENERBANGAN SIPIL BANDARA KEMAYORAN (MNBK) di lahan bekas Gedung Terminal A dan Menara Pengawas Penerbangan (ATC) Bandara Kemayoran. Ide dan gagasan yang dilahirkan untuk ikut melestarikan cagar budaya bernilai sejarah yang terdapat di pusat Kota DKI Jakarta sebagai bentuk kepedulian dari program pemerintah pusat Indonesia dan daerah DKI Jakarta. Adapun sasaran dari ide gagasan ini adalah : LATAR BELAKANG Bandara Kemayoran merupakan bandar udara internasional pertama di Indonesia yang dibuka secara resmi tanggal 8 Juli 1940 dan melayani penerbangan internasional. Bandara Kemayoran selama perang kemerdekaan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda dan Pemerintah Jepang. Bandara Kemayoran secara resmi berhenti beroperasi sejak tanggal 1 Juni 1984. Setelah dihentikan kegiatan operasionalnya, sebagian areal bekas Bandara Kemayoran telah berubah fungsi menjadi kawasan hunian dan perdagangan. Saat ini yang tersisa adalah bekas Gedung Terminal A dan Menara Pengawas Penerbangan (ATC), yang kondisinya SANGAT TIDAK TERURUS & MEMPRIHATINKAN VISI 1. Melestarikan sisa saksi sejarah karena peranannya dahulu sebagai “Pintu Gerbang Bangsa” 2. Museum Nasional Bandara Kemayoran sebagai sarana penyimpanan data sejarah (masa lalu, kekiniian & masa depan), edukasi, hobby, dan Informasi penerbangan di Indonesia. 3. Museum Nasional Bandara Kemayoran sebagai sarana Informasi, wisata pendidikan, pengetahuan dan pusat penelitian yang berkaitan dengan penerbangan sipil & komersial nasional dan International. MISI 1. Merenovasi bangunan bersejarah bekas Terminal A dan Menara ATC serta membangun dan mendirikan Museum Nasional Bandara Kemayoran di lahan bekas Bandara Kemayoran yang akan difungsikan sebagai Museum Penerbangan, Arena Simulasi Penerbangan, Hall Pameran Penerbangan, Ruang Workshop / Seminar / Konferensi, Sarana Pendididikan, penelitian dan kajian dunia Penerbangan, dan lain sebagainya. 2. Pencanangan kepada pemerintah Indonesia untuk menjadikan tanggal 26 Januari sebagai “HARI PENERBANGAN SIPIL NASIONAL” sebagai hari pemberian penghargaan / award kepada institusi dan pelaku professional dalam dunia penerbangan nasional dan internasional) Yang mana tanggal tersebut mengacu pada penerbangan pertama kalinya pesawat ‘SEULAWAH’ ( yang artinya “ Segunung Emas “ ) Sebagai maskapai penerbangan sipil pertama milik pemerintah Republik Indonesia yang lepas landas dari Calcutta, India menuju Rangoon, Burma. MAKSUD &TUJUAN Museum Nasional Bandara Kemayoran mempunyai maksud & tujuan sebagai berikut : 1. Mengangkat dan mempopulerkan kembali Bandara Kemayoran sebagai “Pintu Gerbang Bangsa”. & Pencanangan ‘HARI PENERBANGAN SIPIL NASIONAL’ (NATIONAL AVIATION FESTIVAL) 2. Menginformasikan masyarakat di Indonesia maupun Internasional akan keberadaan MNBK yang memiliki nilai sejarah tak ternilai serta merupakan kawasan terpadu & terintegrasi tentang dunia penerbangan. 3. Membuka jaringan kerjasama dengan pihak-pihak terkait di dunia penerbangan. 4. Menumbuhkembangkan motivasi masyarakat Indonesia untuk menghargai dan mengetahui sejarah perkembangan dunia penerbangan di Indonesia dan kawasan internasional. KEUTAMAAN • Museum Penerbangan Sipil Pertama di Indonesia • Memiliki nilai sejarah bagi dunia penerbangan di Indonesia • Pusat informasi dunia penerbangan • Menumbuh kembangkan minat masyarakat untuk mengapresiasi peninggalan bersejarah • Melestarikan peninggalan sejarah • Mengelola aset-aset bersejarah secara profesional • MNBK adalah perpaduan masa sejarah dengan teknologi modern • Memiliki sarana dan prasarana lengkap yang terpadu dan terintegrasi AUDIENSI 1. Warga Kota Jakarta 2. Turis Domestik & Mancanegara 3. Pelajar & Akademisi 4. Generasi Muda 5. Pelaku Bisnis 6. Produsen Industri Penerbangan Wanita, Pria Anak-anak, Remaja, Dewasa, Lansia, SES A – D Anak-anak, Pelajar, Mahasiswa, Pegawai, Dosen, Guru, Tenaga Pendidik, Pengusaha, Profesional, Expatriat, Pengamat, Wisatawan TARGET PENCAPAIAN 1. Terpublikasikannya MNBK di masyarakat Indonesia dan dunia internasional. 2. Meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke MNBK. 3. Terciptanya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menghargai, mengapresiasi dan melestarikan peninggalan sejarah. 4. Tersedianya sarana dan prasarana untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang dunia penerbangan. 5. Terciptanya impresi yang baik bahwa MNBK merupakan museum pertama di Indonesia yang modern dan profesional. 6. Terselenggaranya kegiatan-kegiatan ‘brand activation’ yang berkelanjutan dan terjadwal bagi anak-anak, pelajar, generasi muda, kalangan profesional, pelaku bisnis, keluarga, dsb. Sudah merupakan kewajiban dan rasa kepedulian dari masyarakat dan pemerintah untuk dapat mewujudkan hal ini melihat peran serta Bandara Kemayoran dalam perjuangan bangsa Indonesia di masa pra kemerdekaan dan dimasa kemerdekaan dan dalam melestarikan dan menghidupkan kembali situs bersejarah ini di kawasan bekas Bandara Kemayoran Jakarta.